Asty; Lebih Berkah Dengan Usaha Pie’st


Jakarta – Memutuskan untuk membuka usaha sendiri tidaklah mudah, apalagi harus meninggalkan pekerjaan tetap, plus resiko yang harus dihadapi para pemula dibidang bisnis. Namun semua itu tidaklah menyusutkan niat Astiari Irianti yang sejak tahun 2016 lalu banting stir, dari pekerja kantoran untuk memulai usaha kuliner kue pie, “Pie’st”.

Dara kelahiran Jakarta ini memilih usaha kuliner kue pie karena melihat peluang bisnis dibidang kuliner yang terbuka lebar saat ini.  Kehadiran media sosial yang sangat efektif sebagai media pemasaran juga menambah optimisme tersendiri bagi Asti untuk memantapkan tekad memulai usaha kuliner.

“Selain hobi, aku melihat peluang bisnis yang cukup besar dibidang kuliner, apalagi sekarang banyak jenis usaha mekanan yang unik-unik, dan lagi trend juga,” ujarnya saat ditemu Mikronews, di Jakarta, Senin, (11/9/2017).

Asty menuturkan, ia memilih usaha kue pie awalnya tidak sengaja. Saat masih bekerja di salah satu Bank di Jakarta dia sering membawa kue pie buatannya untuk dibagikan ke rekan kerjanya. Ternyata banyak yang suka, dan memesan kue pai buatanya. Usaha kue pie Asty kemudian semakin berkemban dan pesanan makin banyak berdatangan.

“Awalnya dari mulut ke mulut aja, kemudian kepikiran juga untuk menggunakan media sosial untuk  promosi, alhamdulillah pesanan kue pie terus datang,,”ujarnya.

Banyaknya pesanan membuat Asty kerepotan membagi waktu antara kerja sebagai karyawati Bank dan usaha kue pie yang mulai dirintisnya. Meski berat dan ada penolakan dari keluarga, akhirnya ia memilih untuk meninggalkan pekerjaan dan berkonsentrasi pada usahanya kue pie.

“Berat sih, tapi yang dukung banyak, tapi keluarga ada yang ga setuju,” katanya.

Setelah memutuskan untuk berhenti bekerja di awal 2016, Asty pun bertekad mengembangkan usaha kue pie miliknya. Dengan mengusung brand “Pie’st”, ia mulai menggencarkan pemasaran produknya lewat media sosial.

Produk kue pie “Pie’st” mempunyai keunikan tersendiri yakni dari sisi kemasan yang beragam dan juga topping.

“Costumer bisa memesan topping, satu atau dua, atau bahkan empat topping. Selain itu kemasan kita juga unik, dan pastinya menarik konsumen, karena itu pie kami bisa dijadikan sebagai gift juga,”tuturnya.

“Alhamdulillah, lewat instagram ada artis yang ikut juga membantu mempromosikan Pie’st, diantaranya komedia Bedu yang bantu promo lewat akun instagramnya,”katanya.

Saat ini produk Pie’st yang menjadi vaforit pelanggan adalah kue pie dengan kemasan mangkuk (bowl) dengan topping nutela chese. Pie’st bowl ini dibandrol Rp. 27.000 per porsi.

“Satu mangkuk dengan diameter 14 cm, isinya dua toping, kalo harga relatif murah mas. Kalau yang paling mahal, harganya Rp. 90.000,  kemasan besar 27cm, box besar,” ujarnya.

Pies’st milik Asty biasanya dipesan pelanggan untuk dikonsumsi sendiri atau untuk gift di hari-hari spesial, seperti ulang tahun, pernikahan, kelahiran bayi, Idul Fitri, dll.

“Kita ada free greeting card yang kita siapkan dan akan diisi sesuai pesanan konsumen,”tambahnya.

Memulai usaha sendiri bukan tanpa halangan dan hambatan. Asty mengaku harus bekerja keras saat sepi pesanan. Ia sendiri yang meminta testimoni dari para konsumen untuk kemudian diunggah di akun media sosial Pie’st. Meski banyak tantangan, Asty mengaku tetap fun dalam menekuni usahanya.

“Selama ini sih have fun aja, emang penuh tantangan, karena usah kan beda dengan kerja,  kalau kerja terima gaji, kalo usaha harus bener-bener kerja keras. Tapi kalau mencapai target ada kepuasan tersendiri,” katanya

Kini dengan dibantu dua pekerja lepas,  Asty mengaku semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha kue pie miliknya. “Lebih berasa hasilnya dengan waktu kerja dulu,  ini kepuasan batin banget dan aku sih ngerasa lebih berkah,” tutupnya.

Komentar Anda
12 recommended
comments icon 0 comments
118 views
bookmark icon

Write a comment...