Bank DKI Dukung Perluasan Layanan E-Samsat DKI Jakarta


Jakarta – Terus tingkatkan layanan kepada warga DKI Jakarta, Bank DKI bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, Pemprov DKI Jakarta, Jasa Raharja dan 3 bank dalam rangka memperluas layanan pembayaran E-Samsat di DKI Jakarta.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi usai kegiatan perluasan layanan pembayaran E-Samsat DKI Jakarta oleh Bank DKI, Pemprov DKI Jakarta, Jasa Raharja dan 3 bank yakni BNI, BTN dan Bukopin yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra di Jakarta, (08/10).

E-Samsat merupakan layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Dalam perluasan layanan pembayaran E-Samsat DKI Jakarta ini ke empat bank tersebut berperan sebagai penerimaan pembayaran PKB, PNBP, dan SDWKLLJ di DKI Jakarta.

“Bank DKI dalam hal ini sekaligus sebagai agregator pengumpulan dana hasil penerimaan pembayaran untuk wilayah DKI Jakarta”, ujar Kresno.

Dengan adanya perluasan layanan ini, wajib pajak yang ingin melakukan pembayaran E-Samsat dapat melakukan pembayaran melalui jaringan ATM Bank DKI, BNI, BTN dan Bukopin. Sedangkan khusus untuk nasabah Bank DKI juga dapat melakukan pembayaran melalui e-channel Bank DKI yang lain yakni melalui EDC Bank DKI dan Mobile Banking yakni JakMobile. E-Samsat ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi penerimaan pembayaran E-Samsat.

Cara wajib pajak untuk melakukan pembayaran via ATM cukup mudah, tutur Kresno. Pemilik kendaraan cukup datang ke ATM Bank DKI terdekat. Pilih menu utama untuk pembayaran PKB/STNK, masukan nomor kendaraan dan masukan kode alfabeth. Apabila berhasil di inquiry maka akan keluar jumlah tagihan yang harus dibayar, untuk No Polisi, Merek, Tipe, Modul Transaksi dan Nominal PKB.

Nasabah akan didebet sesuai jumlah totalnya, kemudian jika setuju maka pilih Bayar. Setelah mendapatkan bukti pembayaran di ATM, wajib pajak harus melakukan pengesahan STNK di seluruh sentra layanan Kantor Bersama Samsat di masing-masing wilayah hukum Polda. Adapun untuk pembayaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dapat dilakukan dengan mendatangi lokasi Samsat dan di Gerai Samsat terdekat.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perluasan layanan pembayaran E-Samsat dengan beberapa bank bertujuan untuk mendukung dalam meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah dari sektor pajak.

“Payment system Bank DKI sangat mendukung untuk program E-Samsat karena jaringan Bank DKI Host to Host dengan sistem Diskominfomas dan SAMSAT Polda Metro Jaya”, tutup Kresno.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta,  Edi Sumantri menyambut baik perluasan layanan pembayaran E-Samsat ini sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta,  Michael Rolandi C Brata mengungkapkan bahwa penerapan pembayaran pajak dengan sistem non tunai melalui e-channel dari perbankan akan semakin meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Gubernur DKI Jakarta mengapresiasi seluruh pihak bersama Bank DKI bersinergi dalam layanan perbankan untuk perluasan pembayaran E-Samsat DKI Jakarta yang semakin memudahkan warga DKI Jakarta dalam melakukan pembayaran.  Ia juga menghimbau warga DKI Jakarta untuk semakin tepat waktu dalam melakukan pembayaran pajak karena sudah semakin dimudahkan.

Sementara Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra menuturkan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor via E-Channel dari perbankan akan menciptakan manfaat positif pada sektor pajak daerah, terutama setelah diterapkannya pembayaran pajak kendaraan bermotor secara online.

 

Komentar Anda
6 recommended
comments icon 0 comments
58 views
bookmark icon

Write a comment...