BNI Syariah Dorong Pengembangan Wakaf Produktif


Jakarta – Memasuki era digital seperti sekarang ini, BNI Syariah mendorong partisipasi masyarakat dalam mengembangkan wakaf produktif melalui pemanfaatan aplikasi financial technology (fintech) bagi pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Karenanya, anak usaha dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk itu hadir dalam acara Launching Wakaf Produktif melalui Ammana Fintech Syariah di Menara 165 Jakarta, Senin (14/5).

Dalam event tersebut, lebih dari 23 (dua puluh tiga) Lembaga Wakaf yang tergabung dalam Forum Wakaf Produktif ikut serta. Mereka, akan berkolaborasi dengan Fintech Syariah pertama yang terdaftar di OJK yaitu PT. Ammana Fintek Syariah untuk melahirkan solusi digital wakaf.

Adapun kolaborasi Forum Wakaf Produktif dengan PT. Ammana Fintek Syariah bertujuan mendorong partisipasi masyarakat terhadap wakaf produktif guna membangun Indonesia yang lebih baik. Selain, sosialisasi kepada masyarakat tentang kemudahan platform Ammana untuk berwakaf melalui 23 Nadzhir (Lembaga Wakaf) yang tergabung sebagai anggota Forum Wakaf Produktif dan berharap menjadi momentum dan deklarasi bersatunya potensi wakaf produktif umat di era digital.

Dalam event ini BNI Syariah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Ammana Fintek Syariah dalam hal pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah terhadap penghimpunan dana wakaf. Dengan sinergi ini penghimpunan dana wakaf oleh Ammana akan lebih efektif dan efisien melalui produk BNI Virtual Account.

Kemudian, dengan memanfaatkan Virtual Account, wakif (orang yg berwakaf) akan dipermudah dengan pembayaran yang otomatis akan terkonfirmasi, sehingga wakif tidak perlu melakukan input kode bank ataupun memasukan nominal pembayaran. Selain itu, Ammana juga akan dimudahkan dalam mengidentifikasi para wakif serta kemudahan dan kecepatan dalam proses rekonsiliasi. Dimana, saat ini Peer to Peer Lending oleh Ammana juga telah memanfaatkan Virtual Account BNI Syariah.

Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah Bambang Sutrisno menyebut, saat ini BNI Syariah telah bekerja sama dengan 17 Nadzhir yang telah menjadi anggota Forum Wakaf Produktif, 6,159 wakif dan total perolehan Wakaf Hasanah sebesar Rp6,626,781,036. “Melalui platform Wakaf Hasanah berbasis website dan aplikasi android yang dapat diakses dan diunduh melalui smartphone, diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berwakaf,” ujarnya.

Bambang Sutrisno menuturkan, pihaknya sangat antusias dengan hadirnya Fintek Syariah yang mau mendorong perekonomian umat khususnya melalui wakaf produktif. Seperti diketahui bahwa fintek selama ini dilihat sebagai pesaing perbankan dengan terobosannya, tetapi bagi BNI Syariah hal ini dapat disinergikan dalam rangka membangun perekonomian syariah di Indonesia melalui wakaf produktif.

Wakaf menjadi salah satu instrumen baru perbankan syariah yang berpotensi dalam pengembangan ekonomi masyarakat karena melalui penghimpunan dana yang besar serta manajemen wakaf yang tepat sasaran dan efektif, dapat menciptakan aset-aset produktif yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lembaga keuangan yang saat ini telah merintis model bisnis pada bidang wakaf adalah BNI Syariah dengan produk Wakaf Hasanah sebagai salah satu bentuk terobosan. “Inovasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian sekaligus menjadi jalan keluar bagi industri perbankan syariah tanah air. Kita juga ingin terlepas dari jebakan pertumbuhan yang stagnan di angka 5 persen dari keseluruhan industri perbankan nasional,” papar Bambang.

Bambang berharap, hadiirnya platform Ammana yang merupakan Fintek Syariah pertama yang mendapatkan perijinan dari OJK dapat menjadi mitra untuk bersinergi dengan Wakaf Hasanah dalam mewujudkan cita-cita tersebut serta mampu mendorong perekonomian Indonesia melalui sektor-sektor real dari penyaluran wakaf produktif.

Wakaf merupakan amalan yang tak hanya mendatangkan manfaat bagi pewakif, tapi juga penerima wakaf. Karena saat kita melepas harta sebagai wakaf, bulir-bulir kebaikan dan manfaat akan lahir seiring pahala yang terus mengalir.

“Dengan kata lain, nilai manfaatnya tidak hanya bisa dinikmati dan ‘digunakan’ di dunia tapi juga hingga di akhirat nanti. Inilah bentuk perniagaan terbaik kita dengan Allah Subhanahu wa Ta’ ala; yang mengekalkan harta sekaligus menjadi jalan kita meraih ridha dan ampunan-Nya, Insya Allah,” pungkas Bambang.

Komentar Anda
2 recommended
comments icon 0 comments
25 views
bookmark icon

Write a comment...