Desa Ciawigajah Sukses Pasarkan Air Bersih


Jakarta – Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat layak menjadi percontohan bagi daerah lain. Desa  ini berhasil membangun perekonomian desa melalui pengelolaan air bersih dengan mendirikan kelompok usaha Mitra Usaha Bangun Desa  (MUBD) yang berdiri sejak tahun 2006.

Menurut pengelola MUBD Aep Saefurohman, inisiatif pengelolaan potensi desa dimulai dengan upaya pengelolaan air bersih untuk konsumsi masyarakat di desa Ciawigajah. Usaha ini ternyata berkembang dengan baik,  hingga saat ini pihaknya telah memilki 560 konsumen.

“Mitra Usaha Bangun Desa 2006 berdiri dari pengolahan air bersih kemudian terus berkembang, tahun 2008 sampai dengan 2010, kita bisa sampai mengalirkan 560 konsumen dari mata air yang bersumber dari mata air Ciawigajah,” ujar Aep saat ditemu Mikronews.com, di Jakarta, (28/8/2017).

Air bersih yang dialirkan bagi masyarakat desa Ciawigajah relatif murah dibanding dengan harga air di wilayah kabupaten Cirebon. Menurut Aef, air bersih dari yang dikelola MUBD dijual Rp. 500 per kubiknya.

“Di kami harganya masih murah meriah, sekarang perkubiknya masih Rp. 500 rupiah, sedangkan di cirebon umumnya paling rendah itu sudah Rp. 3.500,” katanya.

Sebelum adanya program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergulir sejak tahun 2015, pengolahan air bersih dari mata air Ciawigajah berasal dari PAD dan bantuan pemerintah. Kini dengan adanya BUMDes, pengelolaan MUBD berada dibawah BUMDes.

“Kami sendiri berada di bawah BUMDes sejak tahun 2016 lalu, dan telah dua kali menerima alokasi dana desa,”jelasnya.

Aef menuturkan, tahun 2017 ini pihaknya  medapatkan anggaran cukup besar mencapai, Rp. 450 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan usaha pengelolaan air bersih.

Tahun 2017 ini, lanjut Aep, pihaknya telah melakukan pengangkatan mata air baru yakni mata air Cihambulu. Sumber air baru ini nantinya bukan hanya untuk air bersih saja, tetapi juga untuk diolah menjadi air kemasan berupa cup dan juga galon.

“Insya Allah bulan september atau oktober ini sudah mulai berjalan dari air cup sampai air galon. Untuk pemasaran air kemasan ini, nantinya kita akan bekerjasama dengan BUMDes dari desa yang lain yang ada di Cirebon,”tambahnya.

Aep mengungkapkan, dengan adanya BUMDes, kini selain air bersih, pihaknya juga mengembakan potensi desa di sektor lain, diantaranya pengembangan di ekonomi yakni produk unggulan masyarakat.  Hasil pertanian desa seperti Ubi dan Benkoang yang selama ini dijual mentah dirubah mejadi produk olahan.

“Diantaranya yang diolah dari ubi ungu dan putih menjadi kremes, sistik, gemblong, dari ubi saja ada 5 jenis makanan olahan,” ujarnya.

Aef menambahkan,omzet dari seluruh unit usaha yang ada di BUMDes mencapai Rp. 60 juta.

“Tahun ini 60 jutaan yang di hasilkan dari seluruh unit BUMDes, dari pengelolaan mata air, produk, perternakan dan pertanian, kita ada 4 kelompok ternak dan 7 kelompok tani,” tutupnya..

Komentar Anda
8 recommended
comments icon 0 comments
77 views
bookmark icon

Write a comment...