Film WAGE Targetkan 1 Juta Penonton


Jakarta – Satu lagi film bertema perjuangan hadir di industri film Indonesia. OPSHID Media meluncurkan film WAGE, sebuah film tentang perjalanan hidup pencipta lagu Indonesia Raya Wage Supratman. Film dengan biaya produksi sebesar Rp. 16 milyar ini ditargetkan akan disaksikan 1 juta penoton.

Ivan Nugroho, Direktur PT. OPSHID Media mengungkapkan, film WAGE diharapkan bisa membangkitkan semangat kebangsaan generasi milenial.  Pembuatan film WAGE, untuk Indonesia Raya didasarkan pada pemikiran bahwa apresiasi yang disematkan untuk sosok pahlawan Wage Supratman tidak berbanding lurus dengan jasa besarnya untuk bangsa Indonesia.

“Itulah yang menjadi pemikiran dasar Mas Bechi sebagai penggagas dibuatnya film ini. Maka film tentang Wage Supratman dibuat sebagai sepantas-pantasnya penghargaan untuk beliau, yang juga ditujukan sebagai pelurus sejarah mengenai kisah hidupnya,” kata Ivan dalam keterangannya yang diterima mikronews, Jumat, (6/10/2017).

Film WAGE memang digaas oleh M. Subchi Azal Tsani yang juga selaku eksekutif produser, serta dibawah supervisi penuh Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi.

Ivan menjelakan, investasi produksi total dari film WAGE, OPSHID Media menghabiskan dana sekitar Rp. 16 Miliar. Dana tersebut selain produksi Film juga digunakan untuk riset dan biaya pemasaran yang besar. Terkait dengan target penonton, Opshid Media mematok angka minimal 1 juta penonton.

“Hal tersebut dilihat bukan dari segi money oriented, tetapi memang karena pada dasarnya Opshid Media memiliki visi misi yang harus disampaikan kepada publik, sehingga semakin banyak yang menonton semakin baik,”ujarnya.

Karena pasarnya adalah generasi milenial, Ivan pun memanfaatkan sosial media yang sering digunakan para pemuda, untuk menyebarkan konten-konten bermutu bernada kebangsaan, yang bersifat good news dan membangun. “Bukan  mengarah pada provokasi yang kurang baik. “Edukasi dan pesan yang ingin disampaikan harus jelas dan tepat ke sasaran”, katanya.

Ivan menuturkan, Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi, sang Maha Guru yang juga selaku Supervisi Film, selalu menekankan bahwa kunci menuju bangkitnya bangsa Indonesia, tertutama generasi muda atau milenial, adalah kembali ke jati diri bangsa.

“Ada banyak nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang terkandung di dalam lagu Indonesia Raya, dan juga proses sang komponis Wage Supratman untuk mewujudkannya. Dengan mengemas nilai-nilai luhur tersebut dalam media film WAGE, diharapkan dapat menjadi pemicu untuk membangkitkan rasa cinta tanah air serta moral luhur bangsa Indonesia, mengeksplorasi rasa kebangsaan dan Keindonesiaan dalam konteks anak muda,” ujar Direktur Opshid Media ini.

Dalam proses produksinya, seleksi yang cukup ketat dilakukan untuk aktor dan peran lainnya. Proses pemilihan aktor untuk peran WAGE pun tidak didasarkan pada besarnya nama yang dimiliki sang aktor, maupun banyaknya kecocokan kualifikasi secara teknis antara peran dan pemeran. Aktor terpilih untuk peran WAGE dipilih berdasarkan potensinya, baik di bidang seni peran maupun caranya untuk eksplorasi karakter.

 

“Kami seleksi dengan melakukan riset serta pembedahan yang menyeluruh, untuk memastikan bahwa karakter tidak jatuh pada pemeran yang kurang tepat, mengingat minimnya data mengenai tokoh-tokoh seperti WAGE itu sendiri,” ujar Ivan.

Demikian halnya dengan proses produksi, juga berada dalam pengawasan dari eksekutif produser M. Subchi Azal Tsani, untuk memastikan jalannya film tidak melenceng dari visi misi OPSHID yang asli serta ide pokok awal dibuatnya film ini. Mneurut Ivan, pesan-pesan perjuangan bukanlah sesuatu yang klasik. Pesan-pesan perjuangan masih dapat diaplikasikan, sekalipun di masa sekarang yang serba modern.

“Rasa cinta tanah air harus dipertahankan bahkan hingga setelah bangsa Indonesia merdeka, karena itulah satu-satunya benteng yang melindungi Indonesia dari kehancuran. Seperti WAGE, rasa cinta tanah airnya lah yang akhirnya menuntunnya pada takdir besar bangsa Indonesia,” imbuh Ivan bersemangat.

Selain itu, wujud perjuangan WAGE juga merupakan satu hal yang perlu digarisbawahi. WAGE mengajarkan kepada kita bahwa tak semua perjuangan harus melalui pertumpahan darah, tapi juga dapat melalui seni dan karya. Hal itu perlu dipantenkan sebagai dasar utama generasi muda dalam menekuni bidang seni, yaitu berkarya untuk negeri.

Ivan menegaskan bahwa Film ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat. Selain sebagai film kebangsaan yang mempelopori bangkitnya rasa cinta tanah air di hati bangsanya, juga sebagai pelurus suatu peristiwa sejarah yang banyak melenceng.

“Kami juga berharap lahirnya film WAGE ini dapat menjadi pemicu semangat cinta tanah air dan kiat untuk menghapuskan penjajahan dimanapun dalam bentuk apapun, .Tonton film WAGE, mari kembali ke jati diri bangsa untuk Indonesia Raya,” tutupnya.

Komentar Anda
3 recommended
comments icon 0 comments
59 views
bookmark icon

Write a comment...