Go-Jek Ekspansi Layanan ke Asia Tenggara


Jakarta – Dua hari menjelang Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, Go-Jek memperluas ekspasnsi bisnisnya ke Asia Tenggara.

Selain itu, Go-Jek juga meresmikan perluasan operasional di kota Merauke, Papua. Dengan begitu, operasi perusahaan tersebut kini tersedia dari Sabang, ujung paling barat Indonesia sampai Merauke, ujung paling timur Indonesia. Acara peresmian kantor operasi Merauke ini dihadiri oleh Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI dan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, perluasan operasi bisnis itu merupakan bentuk komitmen prusahaannya untuk mendukung Indonesia yang lebih baik, lebih cepat dan lebih berkembang. Dengan perluasan ini, Go-Jek sekarang hadir di 70 kota di seluruh Indonesia.

“Go-Jek percaya pemanfaatan teknologi merupakan cara yang paling cepat dan tepat untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraannya. Dengan operasional yang diperluas dari Sabang hingga Merauke, Go-Jek berharap lebih banyak UMKM dan pengusaha mikro seperti mitra-mitra driver yang bisa merasakan manfaat teknologi,” katanya, usai acara peresmian kantor Merauke, Rabu (15/8).

Menurut Nadiem, perayaaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini terasa sangat istimewa buat Go-Jek . Tahun ini tidak hanya menandakan perluasan Go-Jek dari ujung paling barat ke ujung paling timur Indonesia, namun juga ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara.

“Kami bersyukur dan bangga bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat di negara Asia Tenggara lainnya untuk dapat merasakan manfaat Go-Jek dalam mempermudah kehidupan sehari-hari mereka,” ungkapnya.

Kehadiran Go-Jek di luar Indonesia mendapatkan respon positif dari konsumen, terutama konsumen di Vietnam. Go-Viet, merek yang digunakan Vietnam, telah melakukan soft launch di kota Ho Chi Minh, Vietnam minggu lalu dan mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Go-Viet berhasil meraih 15% pangsa pasar di Ho Chi Minh hanya dalam waktu sepuluh hari sejak soft launch.

Sebelumnya, Go-Jek telah mengumumkan peluncuran dua perusahaan yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand, yang merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional ke negara-negara Asia Tenggara. Melalui ekspansi internasional ini, Go-Jek ingin memperluas dampak positifnya yang telah terbukti di Indonesia ke negara-negara lain.

Keberhasilan Go-Jek membawa dampak positif di luar Indonesia adalah dengan menggabungkan keahlian Go-Jek di bidang teknologi, operasional serta pengembangan bisnis dan keahlian tim lokal yang memahami cara terbaik melayani kebutuhan konsumen di negara masing-masing.

Masyarakat di Asia Tenggara, kata Nadiem, saat ini memerlukan alternatif pilihan layanan ride-hailing. Tak hanya konsumen yang membutuhkan pilihan tetapi juga para pengemudi. “Adanya kompetisi selalu bisa membuat pasar menjadi lebih bertumbuh dan berkembang. Aspirasi kami adalah menjadi aplikasi pilihan untuk membantu kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia Tenggara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan, hal lain yang penting dari ekspansi internasional Go-Jek adalah membuat Indonesia bangga. Pihaknya ingin membuktikan bahwa #AnakBangsaBisa menempatkan Indonesia pada peta inovasi global dan kepemimpinan di bidang teknologi. Ini tidak dapat kami lakukan tanpa dukungan dari semua pihak, dari mitra driver, konsumen dan juga pemerintah.

Aplikasi Go-Jek saat ini telah memfasilitasi lebih dari 100 juta transaksi setiap bulan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Bahkan, GO-FOOD telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia di luar Cina.

Komentar Anda
5 recommended
comments icon 0 comments
5 views
bookmark icon

Write a comment...