HSBC & PJI Hadirkan Edutech Anak Cerdas versi Online


Jakarta – Bank HSBC & Prestasi Junior Indonesia (PJI) merilis edutech “anak cerdas” versi online. Program literasi keuangan untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) itu, kini dapat diakses secara online di www.anakcerdas.prestasijunior.org melalui PC dan notebook dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Kami ingin manfaat edutech ANAK CERDAS dapat dinikmati oleh masyarakat luas, tidak terbatas pada sekolah-sekolah yang terjangkau program literasi keuangan kami. Ini sesuai dengan komitmen Bank HSBC Indonesia dalam turut meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia sebagai kunci bagi pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability, Bank HSBC Indonesia di Jakarta, Selasa,(5/11/2018).

Menurutnya, langkah menjadikan edutech ANAK CERDAS bisa diakses secara online karena keberhasilan program yang telah berjalan selama 3 tahun tersebut dalam menjadi akselerator program literasi keuangan di 67 SD di 15 kota di Indonesia.

“Versi daring ANAK CERDAS disesuaikan dengan preferensi generasi saat ini untuk memastikan proses belajar yang lebih efektif dan dampak yang maksimal,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2015 lalu, hingga tahun ini program yang didesain interaktif dan mampu menggugah semangat berdiskusi anak di kelas tersebut berhasil meningkatkan pemahaman keuangan anak dari kisaran 40 persen hingga 50 persen menjadi sekitar 80 persen.

“Berdasarkan kajian kami, serta pengamatan dari 500 guru dan 300 sukarelawan yang terlibat, salah satu faktor keberhasilan program ANAK CERDAS dalam meningkatkan pemahaman keuangan di SD-SD penerima manfaat adalah berkat pendekatan teknologi digital yang digunakan sebagai metode pembelajaran,” ujar Robert Gardiner, Academic Advisor, Prestasi Junior Indonesia.

Peningkatan pemahaman keuangan di kalangan 15.000 siswa Sekolah Dasar yang terlibat dalam program ANAK CERDAS tidak saja ditunjukkan melalui peningkatan skor pada tes-tes tertulis yang diselenggarakan, namun juga ditunjukkan melalui perubahan perilaku positif siswa dalam mengelola keuangan mereka.

Para siswa makin mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan, mengerti fungsi uang, mengetahui cara mengelola keuangan dengan bijak, hingga memahami nilai-nilai keuangan dari perspektif ekonomi, sosial, dan budaya. Bahkan, banyak di antara siswa yang turut menjadi agen perubahan di lingkungan rumahnya.

“Siswa SD adalah generasi yang telah menjadikan teknologi digital sebagai bagian dari kehidupan sehari-harinya, sehingga pendekatan lewat edutech di program ANAK CERDAS ini dapat berjalan efektif,” ujarnya.

Program ini juga mendapatkan tanggapan positif dari pakar kejiwaan anak dan keluarga dari Universitas Indonesia, Anna Surtiariani.  Menurut Anna, desain edutech yang menuntut terjadinya interaksi dan diskusi antara guru, orang tua, dan anak dapat diadopsi oleh sekolah maupun keluarga dalam mengimplementasikan cara belajar mengajar yang mampu menstimuli anak mengembangkan gagasan dan wawasannya.

“Partisipasi guru dan orang tua dalam memanfaatkan edutech ANAK CERDAS juga memiliki nilai penting terutama dalam meningkatkan budaya kontrol orang tua terhadap penggunaan peranti teknologi oleh anak, sekaligus peluang menanamkan pemahaman kepada anak tentang nilai-nilai filosofis teknologi yang akan berdaya guna ketika dimanfaatkan secara positif,” ujarnya.

Komentar Anda
comments icon 0 comments
14 views
bookmark icon

Write a comment...