Indonesia Masih Jadi Market Besar Lensa Mata


Jakarta – Meningkatnya  jumlah pemakai kacamata di Indonesia membuat bisnis lensa kacamata semakin menggeliat. Tak heran Indonesia menjadi market yang besar bagi perusahaan penyedia lensa.

Indonesia bagi Essilor market yang besar. Jadi kalau dibilang masyarakat Indonesia nggak punya uang, tapi faktanya masyarakat kita bisa beli lensa mata yang mahal. Jadi susah untuk dibilang kalau orang Indonesia susah untuk beli lensa mata yang mahal,” ujar James. E Rahakbouw, Marketing Manager Essilor Indonesia saat ditemui mikronews.com di sela acara CSR World Sight Day, di area car free day, Minggu (8/10/2017).

James mengungkapkan, Essilor hingga saat ini masih menjadi market leder di Indonesia untuk pasar lensa kacamata. Menurutnya, perusahaan asal Prancis itu memiliki latar belakang yang kuat dalam bisnis lensa. Bahkan di Indonesia, Essilor memiliki lokasi produksi sendiri.

“Kita market leader di Indonesia sampai saat ini, kita punya headquater di Paris dan di Singapura cukup kuat, kita juga produksi sendiri di sini, jadi untuk masalah waktu kita lebih cepat, produk lensa kita juga barvariasi,”ujarnya.

James menuturkan, dengan produk lensa yang variatif, Essilor saat ini sudah ada di hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia. Khusus untuk produk, di Essilor ada produk lensa yang dengan harga berskala menengah  hingga premium. Soal harga, James menuturkan, untuk di level independen, harga lensa Essilor masih dalam kisaran yang terjangkau, meski ada lensa yang premium dengan harga yang mencapai puluhan juta.

“Soal harga, kalo kita lihat di independen, bukan yang di mall ya, itu dari kisaran 300 ribu sampai 400 ribu rupiah, tapi kalau yang paling mahal sampai puluhan juta harganya,” terang James.

James menambahkan, salah satu produk terbaik dari Essilor adalah lensa Criztal Forte UV. Menurutnya, lensa Criztal menyediakan perlindungan melawan silau, goresan, noda, debu, air, sinar UV dan musuh lainnya dari penglihatan yang cerah.

Produk lensa lainnya dari Essilor antara lain, lensa Eyezen yang sudah dilengkapi dengan tiga teknologi, yaitu eyezen focus, light scan, dan wave, yang mampu mengoptimalkan penglihatan penggunanya, dan Lensa AntiFog atau lensa kaca mata anti kabut.

Essilor dibentuk pada tahun 1972 dengan penggabungan dua perusahaan Perancis Essel dan Silor yang masing-masing berdiri pada tahun 1849 dan 1931 dan mendominasi pasar kacamata Perancis di pertengahan abad ke-20.

Saat ini secara global Essilor beroperasi di sekitar 100 negara dengan lebih dari 55.000 staf yang berdedikasi untuk meningkatkan kehidupan dengan cara meningkatkan daya penglihatan.

Essilor terkenal di seluruh dunia karena lensa Varilux, lensa varifocal pertama di dunia, yang diciptakan pada tahun 1959. Essilor menginventasikan lebih dari 150 juta Euros dalam riset dan pengembangan setiap tahunnya dan mempekerjakan 550 peneliti di seluruh dunia.

 

Komentar Anda
9 recommended
comments icon 0 comments
59 views
bookmark icon

Write a comment...