Ini Dia Tiga Bank yang Gencar Salurkan Pembiayaan Apartemen


Kendati terus mengalami peningkatan harga jual hingga 45 persen dalam setahun dan memicu kekhawatiran Bank Dunia akan potensi bubble, pasar apartemen di Jabotabek hingga kini masih memikat perbankan. Lantaran hal tersebut, sejumlah bank tetap getol menyalurkan kredit kepemilikan apartemen (KPA) dengan menjalin aliansi dengan pengembang properti (developer).

Beberapa bank yang getol membiayai apartemen tersebut adalah Bank Mandiri, Bank OCBC NISP dan BNI. Ketiga bank itu agresif menyalurkan kredit konsumsi karena porsi kredit konsumsi nya masih di bawah 20%. Nah, agar tak melanggar aturan multilisensi perbankan, ketiganya akan memperlambat penyaluran kredit konsumsi jika porsinya sudah mendekati 30% dari total kredit.

Bank Mandiri, misalnya. Bank beraset terbesar di negeri ini telah menggandeng Lippo Homes. Bank Mandiri akan menawarkan KPA bagi calon pembeli apartemen 9 Residences yang digarap Lippo Homes.

Kawasan tersebut, memiliki 240 unit apartemen dengan luas per unit mulai dari 30 meter persegi hingga 130 meter persegi. Harga jualnya mulai dari Rp 700 juta per unit atau sekitar Rp 20 juta per meter. Alhasil, Bank Mandiri berpotensi menyalurkan KPA minimal Rp 168 miliar di proyek ini. Demi memikat calon nasabah, Bank Mandiri menawarkan program cicilan ringan. "Masyarakat bisa mencicil Rp 6 juta per bulan selama 24 bulan," ujar Sarastri Baskoro Executive Vice President Bank Mandiri, sembari berpromosi.

Tak mau kalah dengan Bank Mandiri, Bank OCBC NISP tahun ini juga memasang target agresif untuk penyaluran KPA. Bank asal Singapura ini menargetkan kenaikan hingga 100% di tahun ini. khusus apartemen, OCBC NISP membidik apartemen seharga di bawah Rp 1 miliar. Bank ini menjalin kerjasama dengan beberapa pengembang apartemen, demi mengamankan target penyaluran KPA. "Tahun ini target kami naik 100 persen, karena itu kami akan perluas kerjasama dengan 10 pengembang," terang Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP.

Sebagai gambaran, tahun lalu OCBC NISP menyalurkan KPA sekitar Rp 200 miliar. Alhasil, target penyaluran KPA OCBC NISP tahun ini sekitar Rp 400 miliar.

Akan halnya Bank Mandiri dan OCBS NISP, Bank BNI Tbk juga menyasar KPA. Namun, Direktur Konsumer dan Ritel Banking BNI, Darmadi Sutanto, mengatakan, bisnis KPA bukan hal mudah. Sebab, mayoritas pembeli apartemen ingin membeli secara tunai, sehingga pengembang sering mengadakan program cicilan bertahap. Itu sebabnya, BNI bersiasat dengan merilis program pengambilalihan cicilan bertahap yang selama ini diberikan developer. BNI juga gencar mendekati para developer.

Tahun ini, BNI menargetkan penyaluran KPR dan KPA naik 30% ketimbang tahun lalu. Saat ini porsi KPA mencapai 5% dari penyaluran kredit perumahan sebesar Rp 27 triliun. Segmen yang dibidik, perumahan dan apartemen seharga di atas Rp 600 juta. (win)

Komentar Anda
comments icon 0 comments
97 views
bookmark icon

Write a comment...