Kadin: UMKM Harus Dikembangkan Sesuai Potensi


Semarang – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah berharap pemerintah mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berdasarkan potensi sehingga hasilnya lebih optimal.

General Manager Trade Training and Information Center (TTIC) Kadin Jawa Tengah Gendut Marjoko mengungkapkan, selama ini pengembangan UMKM masih berdasarkan instruksi dan bukan potensi sehingga hasilnya kurang optimal. Dia menjelaskan, potensi ini artinya sesuai dengan sumber daya alam yang tersedia. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak akan kesulitan saat melakukan produksi karena bahan baku sudah disediakan oleh alam sekitarnya.

Hal itu akan lebih mudah dilakukan jika dibandingkan program pengembangan UMKM yang dilakukan berdasarkan instruksi pemerintah. Ia mencontohkan di satu sisi selama ini pemerintah menginstruksikan pelaku UMKM agar mengembangkan batik dengan kekhasan masing-masing daerah.

Di sisi lain, besarnya hasil produksi ini tidak diimbangi dengan pasar yang jelas. “Justru pasar ini yang sulit karena saat ini terlalu banyak produsen batik yang ada di Jawa Tengah,” katanya kepada awak media, seperti dilansir Industry.co.id, Minggu (30/7).

Ia mengatakan Kadin banyak melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM batik dan rata-rata pelaku yang baru merintis usaha ini membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk kemudian bisa mandiri baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

Diakui Marjoko, pada saat ini pengembangan UMKM penting dilakukan mengingat kondisi pasar maupun iklim usaha belum mendukung pertumbuhan usaha skala besar. “Justru UMKM inilah yang mampu bertahan dan bersaing di tengah kondisi seperti ini, selain karena lebih fleksibel dengan pasar yang ada, dari sisi ‘maintenance’ juga lebih mudah,” katanya.

 

Pameran di Jatim Sukes

Sementara itu, beritajatim.com juga melansir, ajang Koperasi UMKM Expo 2017 yang digelar selama lima hari 26-30 Juli 2017 di Grand City Convex Surabaya mengalami sukses besar. Bahkan, mampu memecahkan rekor transaksi sebesar Rp 5,676 miliar dan dikunjungi 29.859 orang.

“Itu data transaksi dan jumlah pengunjung hingga pukul 13.00 siang tadi. Kalau sampai penutupan pukul 22.00 malam, saya prediksi akan mencapai target transaksi tahun ini sebesar Rp5,7 miliar dan jumlah pengunjung 30 ribu orang,” tegas Kadiskop UKM Provinsi Jatim Mas Purnomo Hadi saat penutupan pameran.

Sebagai gambaran, expo tahun 2016 lalu dikunjungi sebanyak 27.000 orang pengunjung dengan realisasi transaksi sebesar Rp 5,4 miliar. “Kami bukan hanya mengejar omzet transaksi, tapi tindak lanjut dari expo ini yang saya harapkan. Kami harap para buyer luar negeri bisa bertransaksi terus dengan UMKM Jatim. Tahun depan diharapkan bisa lebih meriah dan banyak dikunjungi buyer dalam dan luar negeri,” katanya.

Dengan suksesnya pelaksanaan Koperasi dan UMKM Expo tahun ini, pihaknya akan mematok target lebih tinggi lagi pada Koperasi dan UMKM Expo tahun 2018. Ia berharap lebih banyak lagi pelaku koperasi dan UMKM yang berpartisipasi.

“Saya berharap tahun depan lebih banyak lagi koperasi dan UMKM yang berpartisipasi. Agar pemerintah dan masyarakat luas lebih dapat mengenal dan menggali potensi keunggulan produk-produk koperasi dan UMKM,” pungkas Purnomo.

Komentar Anda
12 recommended
comments icon 0 comments
159 views
bookmark icon

Write a comment...