Koperasi Diizinkan Salurkan KUR


JAKARTA — Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyatakan, pada tahun ini koperasi sudah diizinkan untuk ikut serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Koperasi pertama yang akan menjadi penyalur KUR adalah Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa.

Puspayoga mengatakan, tak hanya koperasi konvensional yang akan dilibatkan, tetapi juga koperasi syariah. Dia mengungkapkan ada tiga koperasi simpan pinjam syariah yang sedang dikaji untuk menyalurkan KUR.

Tiga koperasi tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT Sidogiri di Pasuruan, Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Fastabiq Khoiro Ummah di Pati, dan satu lagi masih dipertimbangkan dari beberapa nama koperasi syariah. “Semakin banyak yang ikut serta (penyaluran KUR) membuktikan koperasi kita masih sangat sehat,” kata Puspayoga, akhir Desember lalu.

Terkait penyaluran KUR melalui koperasi syariah, pemerintah masih terus melakukan komunikasi terutama pengembangan sistem informasi dan teknologi. Puspayoga mengungkapkan, hingga November 2016 telah ada 32 koperasi yang mengajukan diri sebagai penyalur KUR. Kospin Jasa menjadi koperasi pertama yang disetujui menyalurkan KUR.

Dia menjelaskan, koperasi penyalur KUR harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu memiliki kinerja baik dan sehat, bekerja sama dengan perusahaan penjamin dalam penyaluran KUR, memiliki sistem daring (online) data KUR, juga memiliki sistem informasi kredit program (SIKP).

Kospin Jasa yang berdiri sejak 1973 memiliki aset sebesar Rp 5,8 triliun, sedangkan simpanan anggota Rp 5,3 triliun, pinjaman mencapai Rp 3,8 triliun, dan SHU hingga Rp 42 miliar. Anggota Kospin Jasa tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah mencapai lebih dari 13 ribu orang.

Direktur Utama Fastabiq Khoiro Ummah Muhammad Ridwan mengatakan, pihaknya siap menjadi koperasi penyalur KUR syariah. Selama ini, kata dia, KSPPS Fastabiq sudah memenuhi segala syarat sebagai penyalur KUR.

Dari segi teknologi, koperasi Fastabiq juga sudah terkoneksi secara daring dengan semua kantor cabang dan kantor kas. Kemenkop dan UKM juga telah memberi penilaian sehat untuk koperasi tersebut. “Kami siap menjadi koperasi penyalur KUR syariah. Semua persyaratan kami yakin bisa memenuhinya,” katanya.

Pemerintah menargetkan penyaluran KUR pada 2017 sebesar Rp 105,94 triliun. Jumlah tersebut naik Rp 5,94 triliun dibandingkan target 2016 sebesar Rp 100 triliun. Tahun ini, penyaluran KUR terealisasi Rp 93,67 triliun hingga 23 Desember atau 93,7 persen dari target. Sementara, jumlah debitur sebanyak 4.349.836 orang melalui 22 bank penyalur KUR.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM, Bramansetyo, menjelaskan, penyaluran KUR dibagi ke tiga kelompok, yakni sektor mikro, retail, dan TKI. Penyaluran KUR di sektor mikro ditargetkan Rp 70,544 triliun, retail Rp 34,586 triliun, dan KUR TKI Rp 710 miliar.

Berdasarkan data Kemenkop UKM, target penyalur KUR terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebesar Rp 71,2 triliun. Penyalur terbesar kedua PT Bank Mandiri (Persero) Rp 13 triliun, dan ketiga PT BNI (Persero) senilai Rp 12 triliun. Sedangkan, perwakilan koperasi, yaitu Kospin Jasa, memiliki target penyaluran sebesar Rp 50 miliar. Satu-satunya wakil bank syariah, yaitu BRI Syariah, memiliki target penyaluran sebesar Rp 500 miliar.

LPDB Syariah

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kemenkop UKM Kemas Danial menyatakan, berdasarkan saran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), penyaluran dana bergulir pada 2017 dipisahkan antara syariah dan konvensional. Alasannya, hampir 20 hingga 30 persen dana bergulir sebenarnya selama ini sudah disalurkan ke lembaga syariah

Atas saran tersebut, LPDB akan segera membentuk kesatuan tersendiri yang mengelola penyaluran dana bergulir berdasarkan sistem syariah. “Insya Allah di bulan Januari akan ada direktur baru yang mengelola syariah,” ucap dia kepada Republika. Bahkan, ucap dia, bukan tidak mungkin jika penyaluran sudah besar akan dibentuk badan penyaluran tersendiri yang khusus bagi sistem Islami.

Sampai saat ini, LDPB KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 8,07 triliun kepada 964.353 UMKM melalui 4.248 mitra di seluruh Indonesia. Realisasi penyaluran dana bergulir 2016 sebesar Rp 1,2 triliun yang disalurkan kepada 148.251 UMKM melalui 175 mitra. Selanjutnya, untuk 2017, LPDB memilikitarget penyaluran sebesar 1,5 triliun.

Sumber: Republika

Komentar Anda
24 recommended
comments icon 0 comments
278 views
bookmark icon

Write a comment...