Kopsyah BMI Diminta Kembangkan Layanan Berbasis TI


Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM mengingatkan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) mengembangkan layanan keuangan berbasis teknologi Informasi.

Deputi Bidang Pembiayaan, Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan, layanan keuangan berbasis teknologi Informasi akan mempermudah transaksi dengan UMKM yang menjadi anggota. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi salah satu indikator keberhasilan peningkatan daya saing UMKM.

“Sehingga anggota Kopsyah BMI yang sebagian besar adalah pelaku usaha mikro dapat tumbuh dan berkembang,” kata Yuana, melalui keterangan resminya Senin (26/3/2018).

Yuana menambahkan, teknologi informasi memberikan banyak kemudahan, seperti dapat mencatat transaksi secara real time, kemudahan layanan dengan melakukan pembayaran secara online, jangkauan transaksi tidak terbatas, optimalisasi pemasaran, serta perluasan jejaring bisnis.

Kopsyah BMI telah memasuki usia ke-5. Secara historis, kelahiran Kopsyah BMI dibidani program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam bentuk lembaga keuangan non formal yang kemudian bertranformasi menjadi Koperasi Syariah pada tahun 2013.

Sejak berdiri, Kopsyah BMI telah memberikan layanan keuangan syariah kepada 132.940 orang anggota dan simpanan anggota Rp1,3 miliar, serta akumulasi penyaluran pembiayaan syariah mencapai Rp2,6 triliun.

Yuana mengapresiasi Kopsyah BMI karena telah memperoleh kepercayaan dari anggota, masyarakat dan pemkab Tangerang, serta Lembaga Swadaya Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH USAID), water.org dan kiva.org. Dimana LSM tersebut bekerja sama melaksanakan program renovasi sanitasi dan penyediaan air bersih.

Selain itu, dalam bidang perumahan Kopsyah BMI membangun Rumah Layak Huni (RLPH) yang memenuhi standar international minimal yang ditetapkan UN Habitat, yakni lembaga resmi di bawah PBB dan dikembangkan secara gratis bagi anggotanya, baik yang terkena bencana alam, kebakaran maupun tidak layak huni.

“Melalui kegiatan yang dijalankan, Kopsyah BMI diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat, terutama pada saat ini pemerintah mencanangkan penerapan keuangan inklusif, maka praktek Kopsyah BMI merupakan salah satu contoh baik dalam penerapan keuangan inklusif di Indonesia,” ujar Yuana.

Ketua Kopsyah BMI, Komarudin Batubara mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menerapkan sistem ekonomi Islam dengan menjadikan pendayagunaan ZISWAF (zakat, infaq, sedekah dan wakaf) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Adapun dana yang dihimpun berasal dari pengawas, pengurus, karyawan dan anggota koperasi.

Pendayagunaan ZISWAF Kopsyah BMI akan dioptimalkan untuk melalui program di antaranya pengadaan 100 ha sawah, pembangunan rumah sakit, rumah tahfidz dan masjid, serta pembangunan rumah siap huni gratis yang sampai saat ini sudah berjumlah 70 unit.

Komentar Anda
comments icon 0 comments
8 views
bookmark icon

Write a comment...