Kredit UKM Bank Danamon Naik 14%


Jakarta Inisiatif-inisiatif strategis jangka panjang Bank Danamon terus menunjukkan hasil. Upaya diversifikasi mesin pertumbuhan Bank menghasilkan konsistensi peningkatan kinerja pada segmen UKM, consumer mortgage, serta pembiayaan kendaraan bermotor.

Selain itu, struktur pendanaan bank juga membaik seperti yang ditunjukkan oleh pertumbuhan Giro dan Tabungan (CASA). Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon semester I-2018 berada pada posisi stabil dibandingkan dengan setahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun.

“Kinerja semester pertama tahun 2018 kami didukung oleh peningkatan dalam kualitas pelayanan, tercermin dari pencapaian Bank Danamon sebagai peraih peringkat pertama dan kedua di sejumlah kategori dalam Banking Service Excellence Award 2018,” kata Satinder Ahluwalia, Direktur Bank Danamon, Rabu (25/7).

Satinder Ahluwalia mengungkapkan, pada paruh pertama tahun ini portofolio kredit Bank Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market. Total portofolio kredit dan trade finance Bank Danamon tumbuh 4% menjadi Rp133,9 triliun dari sebelumnya, sebesar Rp 128,3 triliun.

Kredit pada segmen Perbankan UKM tumbuh 14% menjadi Rp30,4 triliun. Sementara kredit Consumer Mortgage atau KPR tumbuh 40% menjadi Rp6,9 triliun. Dalam hal pembiayaan kendaraan bermotor, total kredit Adira Finance sebesar Rp48,1 triliun atau tumbuh 8% dibandingkan setahun sebelumnya.

“Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 14% untuk roda dua dan 26% untuk roda empat secara tahunan. Pertumbuhan positif ini kontras dengan kondisi pada semester pertama tahun 2017, dimana pembiayaan baru untuk kendaraan roda dua turun 5% dan roda empat hanya tumbuh 3%,” paparnya.

Di luar pembiayaan mikro, lanjut dia, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 8% menjadi Rp 129,4 triliun dibandingkan setahun sebelumnya. Begitu juga dengan giro dan tabungan (CASA) naik 9% menjadi Rp50,9 triliun. Sedangkan rasio CASA membaik menjadi 48,2% dari 44,3% di periode yang sama pada tahun sebelumnya karena peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular.

Deposito tercatat turun 7% menjadi Rp 54,5 triliun, dimana Bank Danamon melakukan pelepasan dana mahal. Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan kedepannya. Rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) terkelola dengan baik pada tingkat 94,1%.

“Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio atau CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank dikelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 21,7%, sementara CAR bank only tercatat sebesar 22,5%,” tambahnya.

Sedangkan, pendapatan biaya atau fee income (tidak termasuk credit related fee) Bank Danamon tercatat pada Rp 609 miliar atau tumbuh sebesar 8% secara setahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 19% menjadi Rp 299 miliar. Sementara fee income Bancassurance tumbuh 4% menjadi Rp 166 miliar.

Bank Danamon terus menjaga kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Kredit Dalam Perhatian Khusus membaik 240 bps menjadi 11,8% dari 14,2% setahun sebelumnya.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loans atau NPL) Bank Danamon tercatat pada 3,3% pada semester pertama tahun 2018. Rasio Biaya Kredit (cost of credit ratio) stabil pada tingkat 2,6%, sementara kredit yang direstrukturisasi terus menurun.

Komentar Anda
3 recommended
comments icon 0 comments
7 views
bookmark icon

Write a comment...