Lazada Fokus Kembangkan UMKM di 2018


Depok – Pesatnya perkembangan teknologi digital mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini memicu market place besar seperti Lazada Indonesia untuk memfokuskan pada pembinaan dan pengembangan UMKM di tahun 2018.

Adi Wahyudi Putra, Head of Seller Acquisition Lazada Indonesia mengungkapkan hasil riset yang dilakukan pada tahun lalu, Lazada melihat potensi yang sangat besar pada UMKM di Indonesia.

“Di Lazada kita punya satu divisi untuk mengembangkan para seller, untuk kedepannya memang kita fokus di tahun 2018 ini ke UMKM, Tahun lalu kita buat program roadshow di 11 kota untuk menggali potensi UMKM, ternyata hasilnya cukup signifikan, UMKM di daerah punya potensi besar untuk menjual produknya lewat digital marketing, salah satunya ecommerce dan lazada,” ujar Adi kepada mikronews di acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Digital Marketing Pemacu Bisnis UMKM” di Marketing Gallery Cimanggis City, Depok, Rabu (24/1/2018).

Menurut Adi, tahun ini pihaknya akan kembali menggelar roadshow di 29 kota di Indonesia diluar 11 kota terdahulu yang merupakan kota – kota besar seperti Medan, Palembang, Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Balikpapan.

“Di setiap kota yang kita kunjungi tidak hanya touch and go, kita punya program, kita menggalang mereka, mengempower mereka, melalui komunitas, jadi ketika kita datang kita buat komunitas secara resmi,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Adi, Lazada Indonesia telah memiliki 16 komunitas UMKM binaan di seluruh Indonesia. Pihaknya menargetkan di akhir 2018 ini akan bertambah menjadi 50 komunitas UMKM binaan Lazada Indonesia.

“Ketika mereka join di komuitas dan menjual di Lazada kita tidak lepas begitu saja, kita akan selalu bantu mereka, misalnya mereka butuh pengetahuan atau informasi apa lagi yang dibutuhkan untuk bisa jualan dan berhasil,” ujarnya.

Adi menuturkan, selama roadshow ke UMKM di 11 daerah tahun 2017 lalu, kendala utama yang dihadapi oleh para UMKM adalah keterbatasan pengetahuan, seperti menggangap berjualan di e-comerce itu rumit. Petanyaan yang mucul dari para UMKM seperti apakah benar akan dibayar ketika barang mereka terjual, kemudian setelah memproduksi banyak apakah barang ini akan terjual atau tidak.

“Dari situ kita bikin paket acaranya adalah mengenalkan kepada mereka bagaimana berjualan, dan kita juga menggandeng patner-patner, tahun lalu kita menggandeng patner dari logistik, dan tahun ini kita akan menggandeng logistik dan bank,” ujar Adi.

Optimisme akan semakin berkembangnya UMKM di Indoensia dapat dilihat dari peningkatan costumer base online di Indonesia. Menurut Adi, saat ini costumer base online telah meningkat pesat,  hal ini bisa dilihat dari Hari belanja online nasional atau Harbolnas tahun lalu.  Menurutnya seller di Lazda saat Harbolnas banyak mendapatkan order besar.

“Harbolnas kemarin, salah satu UMKM binaan kita dapat order 12 ribu pasang sepatu dalam tiga hari, produksi sepatunya di Mojokerto, ada juga di Bandung, dia mendapat order 7000 kaos,”tuturnya.


Adi menambahkan, saat ini Lazada Indonesia memiliki 60.000 seller di seluruh Indonesia, tahun 2018 pihaknya menargetkan menjadi 10 kali lipat, sebanyak 600.000 seller.

Komentar Anda
9 recommended
comments icon 0 comments
76 views
bookmark icon

Write a comment...