‘North Sneaker Squad’ Bangun Budaya Sneaker Indonesia


Jakarta – Bagi para pencinta fashion khususnya sepatu di Indonesia, jenis sneaker semakin populer. Hal ini mendorong munculnya komunitas penggila sneaker, salah satunya North Sneaker Squad (NSS).

Founder komunitas sneaker NSS, Vallen Roeslan mengungkapkan, NSS adalah wadah kumpulnya para sneakerish. NSS beranggotakan para pecinta sneaker yang tidak hanya sekedar kumpul-kumpul, mereka juga aktif berbisnis sepatu sneaker. Salah satunya dengan membuat event bagi para pecinta sneaker.

“Akhir tahun ini kita buat event Sneaker Wish, di Plaza Indonesia 8-10 Desember, event ini memang untuk para pecinta sneker, jadi mereka bisa datang, ada bazar, dan mendapatkan sepatu impian mereka,” jelasnya.


Vallen menuturkan, acara yang digelar selama tiga hari itu dikunjungi lebih dari 4000 pecinta sneaker. Para sneakerish yang hadir bisa mewujudkan impian mereka dengan menuliskan sneaker apa yang di nginkan. Dalam event Sneaker Wish para tenant menghadirkan sneaker yang tidak dirilis di Indonesia, karena itu harganya lebih tinggi dibanding ritel.

“Saat mereka membeli tiket masuk, mereka bisa menuliskan wish mereka, dan kita penyelenggara akan berusaha mewujudkannya dengan cara diundi,” ujar Vallen yang juga bertindak sebagai penyelenggara event ini.

Vallen menuturkan, dalam event Sneaker Wish pihaknya juga bekerjasama dengan Lion Club Jakarta Monas Kalingga (LCJM) menggelar  Charity Shoes Exhibition bertema “Christmas Happines”.

“Kita sebagai pecinta sneaker nggak hanya punya dan memperlihatkan, atau mengkoleksi atau jual beli tetapi kita juga bisa berbagi, dan itu yang terpenting menurut saya,” ujarnya.


Menurut Vallen, kendala bagi para pecinta sneaker di Indonesia adalah banyak produk sneaker yang tidak di rilis di Indonesia. Selain itu, untuk membawa sneaker dari luar masuk ke Indonesia juga sulit.

“Demand tinggi dan stok terbatas, itu juga yang bikin harga sneaker di kita tinggi, karena sulit dapatnya, dan mereka yang dapat produk itu, mejualnya dengan harga tinggi” jelasnya.

Vallen sendiri mengaku backgroundnya bisnis produk-produk pria, tapi karena hobynya ia terbawa untuk berbisnis sneaker. Namun Vallen menikmati keseriusannya sebagai sneakerish.
“Kalo kita bisnis sneaker karena terbawa hoby kita kan seru juga ya, sambil jalan kita fun,” ujarnya.

Para anggota komunitas sneaker NSS sebagian diantaranya memang ada yang sama seperti Vallen bebisnis sepatu sneaker. Namun, ada juga diantara mereka yang berbisnis hanya mancoba keberuntungan dengan menjual sesuatu yang lagi trend.

“Untuk kedepannya kita bisa liat, mana yang bener-bener niat (bisnis) dan mana yang manfaatin kesempatan,” ujar Vallen.

Dalam komunitas NSS, lanjut Vallen, para anggota juga bisa mendapat kemudahan dalam hal mencari produk sneaker tertentu.

“Ada juga anggota kita yang memang dia bekerja sebagi reseler, jadi kita bisa beli barang sama temen juga,” ujarnya.

Selain itu, Vallen kini juga berusaha membangun budaya sneaker Indonesia dengan membuat chanel Youtube, dan event sneaker.
“Selain komunitas, saya juga buat chanel youtube dan juga event-event sneaker, semua itu untuk membangun culture sneaker Indonesia,’ jelasnya.

 

Komentar Anda
3 recommended
comments icon 0 comments
67 views
bookmark icon

Write a comment...