Pembiayaan UKM BNI Syariah Capai 21,7%


Jakarta – Potensi usaha kecil dan menengah (Small Medium Enterprise/SME) masih menjanjikan. Terbukti, penyaluran kredit BNI Syariah ke segmen itu terbilang tinggi, mencapai 21,7% per Juni 2017.

Total pembiayaan PT BNI Syariah semester I-2017 mencapi Rp22,5 triliun atau tumbuh 18,8% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp18,9 triliun. Dari total sebesar itu, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 51,9% disusul ritel produktif/SME sebesar 21,7%, komersial (19,3%), mikro (5,6%), dan kartu Hasanah Card (1,5%).

“Khusus pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah atau sebesar 84,9 persen,” ujar Abdullah Firman Wibowo, Plt. Direktur Utama BNI Syariah, saat press conference di kantornya, Selasa (25/7).

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik dari Rp21,8 triliun menjadi Rp26,7 triliun pada Juni 2017, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 47,6% atau meningkat dari 47,1% di tahun sebelumnya.

Kinerja kredit yang moncer tersebut mendorong pertumbuhan laba yang cukup membanggakan. Keuntungan bersih pada paruh pertama 2017 mencapai Rp165 miliar atau naik sebesar 13,0% dibanding tahun 2016, yang sebesar Rp146 miliar.

”Alhamdulillah, kami mampu melewati semester pertama di 2017 dengan baik. Dimana, pertumbuhan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan dan kontribusi komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang juga terus terjaga,” katanya.

Firman – sapaan akrabnya – bersyukur dengan tetap menjunjung semangat berHasanah di tahun 2017, kinerja BNI Syariah triwulan kedua pada sisi aset juga berjalan cukup optimal. Pertumbuhan aset year on year (YoY) naik 19,7% dari Rp25,7 triliun menjadi Rp 30,7 triliun, yang didorong oleh kenaikan pembiayaan sebesar 18,8% dan DPK sebesar 22,1%.

BNI Syariah sebagai bank yang modern, dinamis, dan universal senantiasa berusaha menjadi mitra Hasanah (Hasanah Banking Partner) bagi masyarakat. “BNI Syariah mewujudkan gaya hidup Hasanah (Hasanah Lifestyle) yang senantiasa bergerak menebarkan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Inovasi Hasanah

BNI Syariah senantiasa berupaya memberikan layanan perbankan untuk mewujudkan Gaya Hidup Hasanah (Hasanah Lifestyle Banking) yang modern, dinamis dan mencakup semua golongan masyarakat (universal).

Beberapa terobosan yang dilakukan BNI Syariah diantaranya peluncuran BNI Griya Swakarya iB Hasanah bersama Walikota Bogor, Bima Arya. “BNI Griya Swakarya iB Hasanah merupakan inovasi model bisnis baru yang merupakan satu-satunya dan pertama di bank syariah,” klaim Firman.

Dia menjelaskan, berbeda dengan KPR Syariah lain, dalam produk ini BNI Syariah bertidak sebagai developer terlebih dahulu membeli aset properti yang akan dikelola dan dibangun, dimana dalam neraca didudukkan sebagai persediaan bank.

Keunggulan dari produk ini adalah model bisnis properti dijalankan dengan true murabahah sehingga dari sisi akad lebih sempurna karena objek yang diperjualbelikan telah dikuasai oleh bank. Dari sisi harga juga lebih kompetitif karena rumah yang ditawarkan nilai pokok perolehan dan pengembangan aset ditambah margin pembiayaan bank.

Selain itu, BNI Syariah meluncurkan Tabungan BNI Baitullah iB Hasanah Versi Anak. Gaya hidup Hasanah dapat dimulai oleh semua lapisan masyarakat, tak terkecuali anak-anak usia dini. Dengan adanya BNI Baitullah iB Hasanah Versi Anak diharapkan para orangtua dapat mengajarkan anak-anak untuk mulai merencanakan ibadah haji sejak dini. Sehingga disaat usianya nanti telah memasuki usia lebih dari 12 tahun, anak-anak sudah dapat mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji.

Dalam mewujudkan keinginan berinvestasi abadi, dimana kebermanfaatan Hasanah terus mengalir. Untuk itu, BNI Syariah memfasilitasinya melalui Wakaf Hasanah berupa aplikasi digital yang dapat dilakukan setiap saat dengan nominal tak terbatas, tergantung kemampuan nasabah.

Menariknya, pewakaf (wakif) dapat memilih sendiri objek wakaf yang diinginkan melalui pengelola wakaf (nadzir) yang dipercaya seperti Global Wakaf, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Wakaf Al Azhar, Badan Wakaf Indonesia, dan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Adapun project wakaf antara lain mencakup Global Wakaf Tower, Rumah Sakit, dan Learning Center. “Sampai dengan saat ini sejak launching November 2016, telah terhimpun wakaf sebesar Rp4 miliar,” pungkas Firman.

Komentar Anda
20 recommended
comments icon 0 comments
300 views
bookmark icon

Write a comment...