Program Bantuan Pangan Non Tunai Buka Peluang Usaha Mikro


Jakarta – Program  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara langsung membuka peluang usaha bagi para pengusaha mikro dengan keberadaan Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok usaha Bersama (e-warong KUBE).

Mentri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bantuan sosial  yang diberikan pemerintah melalui BPNT mendorong pertumbuhan e-warong dan e-warong KUBE  yang dikelola oleh penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang pada akhirnya meningkatkan kemandirian masyarakat kurang mampu.

“BPNT menciptakan usaha baru melalui e-warong.  Yang harus menjadi  perhatian adalah keberlangsungan e-warong itu agar tetap meraih profit,” ujar Mensos usai acara seminar hasil riset independen yang dilakukan MicroSave Consulting (MSC) Indonesia terhadap program BPNT 2018,di Jakarta, Senin, (28/1/201).

Mensos mengungkapkan, setiap satu e-waroeng nantinya diharapkan bisa melayani  300 KPM dari saat ini yang hanya melayani sekitar 250 KPM. Khusus untuk e-warong KUBE nantinya bisa juga melayani diluar beras dan telur.

Hasil riset MSC Indonesia menyebutkan bahwa dari sisi e-warong, hampir semua mengutarakan keinginan untuk melanjutkan kerjasama pelaksanaan BPNT karena mendapatkan keuntungan yang meningkat.  Sebelumnya saat program ini digulirkan tahun 2017, pendapatan mereka mencapai Rp.1 juta per bulan menjadi Rp.1,2 juta per bulan saat ini.

Mensos menambahkan, program BPNT juga mampu meningkatkan inklusi keuangan terhadap masyarakat miskin terutama wanita. Sekitar 87% KPM adalah masyarakat yang Baru pertama Kali memiliki rekening bank melalui KKS.

“BPNT membantu pengusaha mikro untuk terbiasa dengan pembayaran secara digital sehingga dalam jangka panjang diharapkan hal ini dapat mendorong upaya pemerintah dan Bank Indonesia dalam Gerakan Non Tunai, meskipun penggunaan rekening saat ini masih terbatas,”ungkapnya.

Komentar Anda
3 recommended
comments icon 0 comments
3 views
bookmark icon

Write a comment...