Resi Gudang, Solusi Pelaku Usaha Mikro dan Petani


Para pelaku usaha mikro, koperasi dan juga petani kini bisa memanfaatkan resi gudang sebagai solusi pembiayaan usaha mereka.

Kementerian Koperasi dan UKM melanjutkan program sosialisasi resi gudang kepada pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah karena program tersebut terbukti mampu menjadi solusi pembiayaan di sektor riil.

Menurut Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari, kini masyarakat dan pelaku usaha mikro, koperasi bisa memanfaatkan pembiayaan resi gudang. Pasalnya, Kemenkop dan UKM terus mensosialiiasi program ini.

“Masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang belum memahaminya secara jelas akan mendapatkan pemahaman penuh. Pemanfaatan gudang yang dikelola dengan sistem resi gudang memang belum optimal,” jelasnya, baru-baru ini.

Sosialisasi di gencarkan sehingga petani dan sasaran/target program ini bisa mempersiapkan apa yang dibutuhkan. Misalnya, dengan meningkatkan kualitas hasil panen yang disimpan petani atau UMKM di gudang. Selama ini, lanjut dia, standar mutu hasil panen di gudang ini menjadi persyaratan pembiayaan lewat resi gudang ini.

Ia menambahkan kegiatan sistem resi gudang ini intinya menampung komoditas di gudang tersedia. Khususnya ketika musim panen saat harga komoditas pertanian turun. Setelah disimpan dengan biaya tertentu, petani menerima sertifikat resi gudang yang menjadi agunan/jaminan bank.

Tercatat sejumlah pihak telah menerapkan resi gudang diantaranya, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) sebanyak 80 unit di 18 provinsi.

Lembaga pengelola yang ditunjuk, PT Bhanda Ghara Resa (Persero), PT Pertani (Persero), PT Sucofindo (Persero), Koperasi Sejahtera Jatim, dan Puskud Aceh. Komoditas yang masuk program resi gudang diantaranya gabah, beras, jagung, kopi, rumput laut, kakao, lada, karet, rotan, dan garam. (rei/HT)
 

Komentar Anda
comments icon 0 comments
157 views
bookmark icon

Write a comment...