Sentra Batik Giriloyo Serap Ribuan Pengrajin


Sentra kerajinan batik tulis Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mampu menyerap dan memberikan pekerjaan kepada sekitar 1.500 perajin dari masyarakat setempat.

"Di sentra batik sini jumlah perajinnya paling banyak di wilayah Yogyakarta (DIY), mencapai sekitar 1.500 perajin yang tersebar di tiga pedukuhan Desa Wukirsari," kata Ketua II Paguyuban Batik Tulis Giriloyo, Nur Ahmadi di Bantul, Rabu (30/3).

Menurut dia, seribuan perajin tersebut terdapat di tiga pedukuhan yaitu Dukuh Cengkehan, Dusun Karangkulon dan Giriloyo. Selain mereka memproduksi kain batik di rumah produksi masing-masing secara mandiri, juga memproduksi secara berkelompok.

"Ada 12 kelompok perajin di sentra Batik Giriloyo ini, dari seluruh perajin ada yang masuk kelompok, ada yang tidak. Tidak semua produk mereka masuk toko kelompok, karena milik pribadi yang dijual sendiri," katanya.

Menurut dia, sentra kerajinan batik Giriloyo ini mempunyai ciri khas yaitu batik tulis dan bukan batik cap maupun sablon, motif yang dikembangkan mayoritas motif klasik dengan pewarna alami, sehingga harga jual lebih mahal dari batik pada umumnya.

"Dan alhamdulillah wisatawan yang membeli sudah lumayan banyak, mereka sebagian sudah menjadi langganan kami, khusus mereka yang minat untuk memiliki batik tulis," katanya.

Sementara itu, Ketua I Paguyuban Batik Giriloyo, Isnaini Muhtarom mengatakan, terus mendukung kelestarian batik sebagai budaya yang adiluhung, apalagi batik tulis Giriloyo yang merupakan representasi batik Yogyakarta sudah mendapat pengakuan dari UNESCO.

Menurut dia, setelah mendapat pengakuan dari lembaga internasional itu sentra batik tulis Giriliyo sering mendapat kunjungan dari tamu pejabat seperti calon duta besar (dubes) Indonesia di kantor perwakilan luar negeri, serta Ibu Negara Iriana Joko Widodo belum lama ini.

"Harapannya (dengan kunjungan Ibu Negara) semoga lebih terangkat perajin batik di sini, dan alhamdulillah beliau puas melihat proses pembuatan batik tulis dari pewarna alam, sempat ada dialog antara perajin dan Ibu Negara," katanya. (ant)

 

Komentar Anda
19 recommended
comments icon 0 comments
242 views
bookmark icon

Write a comment...