Survey MSC Indonesia; 96% Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Pangan Non Tunai Puas


Jakarta – Sebanyak 96% Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Dan 89% Elektronik Warung Gotong Royong (e-warong) mengaku puas atas program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sepanjang 2018.  Demikian hasil riset independen yang dilakukan MicroSave Consulting (MSC) Indonesia terhadap program BPNT 2018.

Menanggapi hasil survey tersebut, Mentri Sosial Agus Guniwang Kartasasmita mengaku bangga atas hasil survey yang menunjukkan angka positif tersebut, namun kedepan tetap harus tetap ada upaya perbaikan.

“Kami bangga atas hasil survey, tapi harus tetap lakukan ruang – ruang perbaikan,” ujar Mensos, Senin (28/5/2018).

Mensos mengungkapkan, tingkat kepuasan KPM dan e-warong tersebut linear dengan data angka kemiskinan BPS yang turun menjadi single digit sekitar 9,82% pada Maret 2018 dan 9,66% September 2018.

“Kepuasan para Keluarga Pemerima Manfaat menunjukkan bahwa program BPNT membantu kehidupan mereka dalam konteks pangan sekaligus membantu menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

MSC Indonesia melakukan survey dalam kerangka kerjasama antara Kementrian Sosial RI dan Bill & Melinda Gates Foundation. Survey dilakukan dari periode Okober hingga Desember 2018, mencakup 93 Kota/kabupaten di 25 provinsi.

Survey menggunakan metode kuantitatif Dan kualitatif yang melibatkan 2.398 KPM Dan 779 e-warong, serta 30 responden lainnya dari KPM Dan e-warong melalui wawancara mendalam. Pemilihan sample dilakukan melalui pendekatan acak bertingkat multi-tahap dengan margin error sekitar 5%.

Berdasarkan hasil temuan dalam riset tersebut, masyarakat penerima manfaat menyatakan bahwa lokasi e-warong dekat dengan rumah KPM dengan waktu tempuh sekitar 10 menit (media ) dan nilai median biaya per rumah tangga KPM per bulan sekita Rp 700 dengan mayoritas 4-5 anggota keluatga dapat memenuhi satu atau dua minggu atau sekitar 12 – 29% kebutuhan pangan keluarga tersebut. KPM juga menyatakan baham pangan yang diterima berkwalitas premium dengan pasokan yang terjamin.

Dari sisi e-warong, hampir semua menegaskan keinginan untuk melanjutkan kerjasama pelaksanaan BPNT karena mendapatkan keuntungan yang meningkat. Sebelumnya saat program ini digulirkan tahun 2017, pendapatan mereka mencapai Rp.1 juta per bulan menjadi Rp.1,2 juta per bulan saat ini.

“Hasil temuan lain yang tidak kalah penting adalah fakta bahwa BPNT mampu meningkatkan inklusi keuangan terhadap masyarakat miskin terutama wanita. Sekitar 87% KPM adalah masyarakat yang Baru pertama Kali memiliki rekening bank melalui KKS,” ujar Mensos.

Country Manager MSC Indonesia Grace Retnowati mengungkapkan, hasil temuan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang diperlukan dalam upaya perbaikan penyaluran bantuan sosial.
“Terutama terkait dengan sosialisasi program, mekanisme pencairan/distribusi bantuan sosial, keberlanjutan program, dan mitigasi bencana,” jelasnya.

Dari temuan riset ini menurut Grace, sekitar 85% KPM memiliki smartphone sehingga bisa menjadi masukan bagi pemangku kebijakan utuk mempertimbangkan alternatif Sistem pembayaran dan transaksi baru yang lebih mudah, murah, dan Aman bagi masyarakat miskin sehingga resiko seperti lupa “PIN” bisa ditekan.

Komentar Anda
2 recommended
comments icon 0 comments
17 views
bookmark icon

Write a comment...