Wanoja Brooch, Bidik Pasar Wedding & Souvenir


Jakarta – Membangun usaha sendiri memang tidak hanya membutuhkan passion namun juga waktu yang cukup untuk mengelolanya. Hal ini juga yang dirasakan oleh Tika Arsyanti, founder dan owner dari Wanoja Brooch, usaha kecil menengah (UKM) yang fokus memproduksi aksesoris wanita berupa bros.

Tika, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa ia mulai merintis usaha bros  sejak masih kuliah di tahun 2013. Namun, lantaran kesibukannya, bisnis bros yang ia tekuni itu sempat terhenti. Namun kini, ia memilih untuk fokus menekuni bisnis bros yang memang menjadi passion-nya.

“Saya mulai tahun 2013, waktu itu masih kuliah, sempat terhambat dengan akifitas, kalo sekarang alhamdulillah sudah mulai produksi dirumah,” ujar Tika saat ditemui Mikronews dalam acara diskusi UKM di Marketing Gallery, Cimanggis City, Depok, Rabu (15/11/2017).

Saat ini Wanoja Brooch memproduksi bros untuk sovenir, bros dengan ukuran besar dan bros untuk hiasan kepala (head piece). Harga yang ditawarkan pun bervariasi.

“Bros untuk sovenir, kita pasarkan mulai dari Rp. 2.500, untuk bros yang besar mulai dari harga Rp. 10.000 dan untuk head peace kita  mulai dari 120.000 ribu tergantung dari kwalitasnya,” katanya.

 

Hingga saat ini pesanan bros atau headpice dalam jumlah besar banyak datang dari komunitas perias di Kota Bogor. Tika mengungkapkan, Wanojo Brooch juga telah bekerjasama dengan para perias di Kota Bogor dalam hal penyediaan sovenir dan headpice untuk pengatin.

 

Tika menuturkan, lewat pemasaran secara online, bros buatannya mendapat renpon positif. Pesanan berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, umumnya pesanan dari daerah adalah bros dengan edisi khusus sesuai pesanan.

“Kalo yang online kita kebanyakan yang spesial edition ya, seperti untuk penganten. Kalau untuk bros,  kita pesanan masih dari dalam negeri ya, kalo yang terjauh pesan dari Aceh” jelasnya.

Dalam produksi bros, Wanoja Brooch memberdayakan masyarakat sekitar. Tika yang tinggal di desa Bantar Sari, Bojong Tengah, Kecamatan Ranca Bungur, Bojong Tengah, Kabupaten Bogor, selalu memberdayakan ibu-ibu sekitar rumahnya untuk membantu produksi pembuatan bros yang bahan bakunya berupa kain perca (kain sisa potongan yang sudah tidak terpakai).

“Kita kerja tergantung pesanan, selama ini kerja sendiri, kalo ada pesanan baru kita memberdayakan ibu-ibu sekitar rumah” jelasnya.

Produk Wanoja Brooch dapat dilihal di media sosial, lewat akun FB dan instagram @WanojaBrooch.

 

Komentar Anda
7 recommended
comments icon 0 comments
119 views
bookmark icon

Write a comment...