BPKH Raih WTP di Laporan Keuangan Pertama


Jakarta- Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimayu bersukur lembaga yang dipimpinnya mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di laporan keuangan pertamanya.

Anggito mengungkapkan, audit tersebut menunjukan laporan keuangan BPKH telah dianggap menyelenggarakan prinsip-prinsip akuntasi yang berlaku umum dengan baik berdasarkan bukti-bukti audi.

“Pencapaian tertinggi untuk kualitas laporan keuangan dari BPK ini membuktikan tata kelola keuangan haji transparan dan akuntabel sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku,” ujar Anggito di acara silaturahmi PBKH, di Jakarta, Rabu, (19/6/2019).

Berdasarkan hasil audit BPK, dana kelola BPKH meningkat sekitar Rp 10 triliun. Pada tahun 2017 dana kelola BPKH sebesar Rp 102,5 triliun sementara tahun 2018 sebesar Rp 112,3 triliun.

Dana kelolaan tersebut berasal dari setoran calon Jemaah Haji sebesar Rp. 107,18Triliun (95 persen), Dana Abadi Umat sebesar Rp.3,52Triliun (3 persen) dan nilai manfaat sebesar Rp.1,65Triliun (2 persen).

Nilai manfaat yang dikelola BPKH juga meningkat dari Rp 5,28 triliun di tahun 2017 menjadi Rp 5,7 triliun di tahun 2018. Sebanyak 58% dana tersebut ditempatkan di Bank Syariah sebesar Rp.65,4 triliun, dan sebanyak Rp.46,9 triliun atau 42% nya di investasi Surat Berharga Syariah.

Selain itu, nilai manfaat yang dialokasikan untuk jemaah tunda dalam bentu virtual account sebesar Rp.777,4 milyar. Jumlah bank BPS-BPIH juga meningkat, dari 17 bank di tahun 2017 menjadi 32 bank di tahun 2018.

 

 

Komentar Anda
2 recommended
comments icon 0 comments
10 views
bookmark icon

Write a comment...