ETLE Tekan Angka Pelanggaran & Kecelakaan Lalulintas


Jakarta – Elektronik traffic law enforcement (ETLE) yang telah diterapkan sejak November 2018, terbukti mengurangi pelanggaran dan kecelakaan lalulintas sedikitnya  40 persen. Meski demikian, ETLE perlu terus dikembangkan hingga bisa memainkan peran penting menuju Jakarta smart city.

Demikian yang mengemuka dalam acara caffe morning di Gedung Ditlantas, Jumat (2/8/2019) yang juga dihadiri pengamat transportasi Ellen Tangkudung, Kadishub DKI Syafrin Liputo dan ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Islandar Abubakar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, saat ini penerapan ELTE terbukti mengurangi pelanggaran dan kecelakaan lalulintas sedikitnya  40 persen. Selain itu, dari sisi tehnologi, ETLE terus berkembang dan makin canggih.

“Saat ini fungsi ELTE telah bertambah, dari mengidentifikasi pelanggaran marka jalan rambu lalulintas, dan pelanggaran lain seperti sabuk pengaman, penggunaan handphone, ETLE kini punya fungsi vehicle recognition,” Ujar Kapolda.

Kapolda berharap, ETLE akan terus dikembangkan lewat kerjasama dengan kerjasama dengan Pemda DKI dan pihak terkait.

“Penerapan E-TLE juga ditujukan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam berkendara,” tambah Kapolda.

Senada dengan Kapolda, Kadishub DKI Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya mendukung penuh penerapan ETLE karena sesuai dengan program Pemprov DKI Jakarta, smart city.

“ETLE sejalan dengan smartcity, dimana dilakukan inject technologi dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Ketua Dewan Transportasi Kota, Islandar Abubakar menyoroti tingkat pelanggaran lalu lintas yang cukup tinggi di Jakarta. Dia berharap ETLE bisa dikembangkan terurama mendeteksi aksi lawan arus yang sering lakukan pemotor.

“Kita harap alat ini lebih bisa dikembangkan titiknya, hingga bisa diterapkan pada pelanggar lawan arus sepeda motor,” katanya.

Sementara pengamat transportasi, Ellen Tangkudung mengungkapkan, ELTE sebenarnya bukan sesuatu yang baru karena sudah banyak diterapkan di berbagai negara dan terbukti bahwa tehnologi bisa membantu penertiban lalu lintas.

“Pengelolaan lalulintas dan angkutan umum bisa terlaksana jika semua pelaku lalu lintas tertib. Kehadiran ETLE mewujudkan itu. Saya harap secara bertahap, ETLE bisa diterapkan disemua titik, ” ujarnya.

Komentar Anda
comments icon 0 comments
1 view
bookmark icon

Write a comment...