Himel Bidik Pasar Peralatan Listrik RI 20%


Jakarta – PT Himel Indonesia, perusahaan pemegang lisensi merek peralatan listrik asal China kian mengembangkan sayap usahanya di Indonesia.

Wakil Presiden Himel untuk Kawasan Asia Timur, Ang Koon San mengatan, dengan brand yang kuat dan didukung jaringan usaha serta ketersediaan sumber daya manusia, Himel siap bersaing dengan perusahaan sejenis yang sudah ada di Indonesia,” ujarnya di sela-sela gathering bersama distributor dan peritel Himel di Jakarta, Kamis (3/5).

Koon San yakin pasar Indonesia masih terbuka luas untuk produk peralatan listrik. Jumlah penduduk yang banyak, menjadi alasan kuat bagi Himel untuk memasuki pasar Indoneaia, kendati sudah ada Bronco dan Panasonic yang lebih dulu masuk pasar di Indoneaia.

“Kami siap bersaing dengan mereka karena yang kami tawarkan adalah produk berkualitas namun dengan harga sangat kompetitif,” ujarnya.

Manajer Pemasaran dan Pengembangan Produk Himel Indonesia, Alice Creisson optimis perusahaannya mampu bersaing dan merebut 10 hingga 20 persen pangsa pasar peralatan listrik di Indonesia. “Tahap awal kami targetkan 10 persen kemudian kita tingkatkan lagi menjadi 20 persen,” ujarnya.

Selain pasar Indonesia, Himel juga merambah pasar Asean, seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Singapura. GM PT Himel Indonesia, Prihadi Maxsono, menyebutkan SDM yang handal dan profesional menjadi kunci keberhasilan dalam melakukan aktivitas bisnis peralatan elektrik di Indonesia.

PT Himel Indonesia merupakan principal atau pemegang lisensi sebuah merek peralatan listrik ternama asal Spanyol yang membuka pabriknya di China.

Pelanggan di Indonesia mengenal Himel sebagai produsen general enclosur sejak tahun 90-an.Produk peralatan listrik yang ditawarkan Himel di antaranya MCB, MCCB, MCB Box, CT, AVR, Contactor, dan ACB dengan beragam variasi produk mulai panel tegangan rendah hingga tinggi.

“Yang hari ini kita launching adalah stop kontak dan colokan dimana dua produk ini selalu digunakan di rumah tangga, gedung perkantoran, apartemen, hotel dan lainnya,” tambah Prihadi.

Saat ini produk Himel sudah tersebar di 5 kota besar baik di pasar ritel dan distributor.Himel mulai melakukan bisnis di Indonesia sejak tahun 2013.

Di usianya yang masih seumur jagung, kehadiran Himel di bisnis peralatan listrik sudah mulai diperhitungkan. Buktinya produk yang dikenal berkualitas prima dan harga ekonomis, sekarang ini Himel dicari oleh para pemilik proyek dan konsumen lainnya.

Karena itu, terkait adanya permintaan konsumen yang terus meningkat tersebut, telah mendorong para pelaku bisnis peralatan listrik seperti toko listrik dan perusahaan trading meminta untuk jadi distributor produk Himel. “Solidnya seluruh tim yang terlibat dalam pengembangan Himel di Indonesia, kini brand Himel mulai dikenal dan dicari konsumen,’’ ujar Prihadi.

Dia mengungkapkan pemasaran produk Himel cukup signifikan. Padahal pada awalnya, sulit untuk meyakinkan dalam rangka memperkenalkan Himel kepada konsumen.Namun berkat ketekunan dan kegigihan dari seluruh tim yang terlibat, kini sudah mulai membuahkan hasil.

“Buktinya, kini para pemilik proyek seperti apartemen, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, infrastruktur dan proyek lainnya, lebih tertarik membeli dan menggunakan produk peralatan listrik merek Himel,” katanya.

Distribusi produk Himel kini tersebar dan mudah didapatkan di toko-toko peralatan listrik, toko bahan bangunan di berbagai kota di Indonesia, baik di Jakarta seperti LTC Glodok, Kenari Mas, dan di Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi dan kota lainnya.

Selain dijual di toko tradisional, lanjut Prihadi, kini produk Himel juga dapat dibeli toko modern seperti Mitra 10, BJ Home, Jamesson dan Depo Bangunan. “Dengan strategi pemasaran seperti ini, tentu akan memudahkan konsumen membeli produk Himel,’’ tambahnya.

Komentar Anda
3 recommended
comments icon 0 comments
4 views
bookmark icon

Write a comment...