Infrastruktur Dorong Pembangunan Daerah


Jakarta – Pembangunan Infrastruktur di era Presiden Joko Widodo dinilai sudah tepat karena terbukti mendorong perekonomian daerah. Namun, pemerintah daerah didorong untuk terus beinovasi agar dapat mengoptimalkan potensi daerah masing-masing terutama di sektor pariwisata dan ekonomi pedesaan.

Demikian yang mengemuka dalam diskusi IndoSterling Forum bertajuk ppl INFRASTRUKTUR: Sejauh Mana Pembangunan Infrastruktur Menstimulasi Pembangunan Ekonomi di Daerah yang berlangsung di Jakarta , Selasa,(6/8/2019).

Hadir sebagai keynote speaker Dirjen Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemedesa PDTT, Taufik Madjid, S.Sos, M.SI, dan Deputi I Kepala Staff Kepresidenan Bidang Pengendalian Pembangunan Program Prioritas, Darmawan Prasojo Ph.D.
Sementara para pakar yang hadir dalam diskusi antaralain, Faisal H. Basri, S.E., M.A. (Ekonom dan Politikus  Indonesia), H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H. (Anggota Komisi V DPR RI 2014-2019), serta Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D (Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia)

Dharmawan Prasojo menyebutkan, proyek infrastruktur bukan hanya mengurangi waktu tempuh perjalanan ataupun mempercepat jalur logistik, tapi lebih jauh lagi mendorong dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Dulu Jakarta – Cirebon ditempuh dengan waktu 10-12 jam , sekarang hanya 3,5 – 4 jam saja,. Kehadiran Infrastruktur ini mendorong berkembangnya ekonomi daerah,” ujarnya.

Kehadiran Infrastruktur iuga mendorong industri pariwisata dan bisnis lokal. Dia mencontohkan, jumlah pedagang kuliner empal gentong dan batik Cirebon meningkat setelag adanya tol Cipali.

“Pembangunan infrastruktur mendorong pariwisata dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat di daerah,” ujarnya.

Taufik Madjid, dalam paparannya mengungkapkan, dari sisi pembangunan infrastruktur, sejak tahun 2015 sampai 2018 melalui program Dana Desa, telah terbangun sepanjang 191.600 km jalan, 1.140 ribu jembatan, dan 5.371 unit dermaga.
“Apa yang telah dicapai dari program Dana Desa adalah telah menunjang aktivitas ekonomi masyarakat serta telah meningkatkan kwalitas hidup masyarakat desa,” katanya.

Akademisi dan pengamat ekonomi UI, Ari Kuncoro menyoroti dampak dari pembangunan infrastruktur.
Prof Ari mengungkapkan, pembangunan infrastruktur telah mendorong peningkatkan kapasitas produksi perekonomian, menghubungkan kutub-kutub pertumbuhan/aglomerasi ekonomi.

Selain itu, program Infrastruktur telah mendorong peningkatan akses bekerja bagi penduduk kota/pedesaan dan peningkatan akses perdagangan bagi penduduk/kota pedesaan. Selai itu juga meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan tinggi serta relokasi sektor manufaktur ke daerah pedalaman.

“Yang palng dinikmati masyarakat dari Infrastruktur adalah soal waktu (jarak tempuh), masyarakat yang tadinya konektivitasnya jalan provinsi yang pas-pasan atau ada tapi macet bisa menikmati perjalanan mereka. Kedua yang berkesan bagi masyarakat itu bahwa diluar daerah mereka banyak yang menarik, dan ini yang mendorong sektor pariwisata,” ujarnya.

Menurut dia dampak terbesar dari pembangunan infrastruktur di era Presiden Joko Widodo adalah pada peningkatakan perekonomian daerah. Masyarakat tida perlu lagi mencari penghidupan di kota besar, mereka dapat membangun usaha dengan tetap tinggal di desa.

“Bagi orang desa, sekarang bisa hidup di desa, dia bisa punya bisnis di tempatnya. Anak-anak petani bisa menggunakan tehnologi internet untuk menjual produk pertanian ayahnya,” jelasnya.

Sementara anggota komisi V Syarif Abdullah Alkadrie menegaskan bahwa pembangunan Infrastruktur selain mempermudah transportasi juga mempererat persatuan Dan meningkatkam rasa nasionalisme.

Dia menyoroti pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang merupakan wajah dan intu masuk negara RI.
“Pembangunan PLBN di Aruk Sajingan – Sambas, Entikong – Sanggau dan Badau – Kapuas Hulu, telah mampu meningkatkan transaksi perekonomian dengan negara tetangga,” ujarnya.

IndoSterling Forum adalah forum diskusi yang diadakan 2 bulan sekali, membahas berbagai isu nasional, dari sudut pandang perekonomian atau finansial.

Founder dan Chairman IndoSterling Group, William Henley, menambahkan, diharapkan, IndoSterling Forum mampu menjadi referensi untuk memahami berbagai isu dan kesempatan untuk berdiskusi dengan kritis dan produktif bersama para pakar hingga pembuat kebijakan.

Komentar Anda
comments icon 0 comments
3 views
bookmark icon

Write a comment...