RUPS Indoritel: Sinergi Segmen Bisnis Pacu Pertumbuhan


Jakarta- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mencatatkan pertumbuhan kinerja pendapatan yang mencapai 230,25% dari Rp56,37 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp129,79 miliar di tahun 2018.

 

Presiden Direktur PT indoritel Makmur lntemasional Tbk, Haliman Kustedjo mengtakan pertumbuhan kenerja ini tidak terlepas dari strategi perseroan yang fokus pada investasi di tiga entitas asosiasi yakni PT indomarco Prismatama (“Indomanat”), PT Fast Food lndonesia Tbk (“FAST”) dan PT Nippon indosari Corporindo (“ROTI”) dan membangun investasi pada entitas anak yakni PT Mega Akses Persada (“MAP”).

‘lni merupakan strategi Perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan barkelanjutan Indoritel. Dengan memaksimalkan hasil Investasi pada entitas asosiasi dan memperkuat pertumbuhan entitas anak. Dengan demikian akan memperkuat model bisnis yang kami miilkl,” ujar Haliman Kustadjo, Presiden Direktur PT indoritel Makmur lntemasional Tbk dalam paparan public di Jakarta, Rabu, (19/5).

Langkah strategis Perseroan dalam berinvestasi pada entitas asosiasi dan antitas anak tidak lepas dari fokus pengembangan bisnis Indoritel pada Industri yang lekat pada kebutuhan dan konsumsi sehari-hari masyarakat.

Solidnya pendapatan dan entitas asosiasi membuat laba tahun berjalan pada tahun 2018 tumbuh 65,62% menjadi Rp282,86 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp170,80 miliar.

 

Kinerja Entitas Anak dan Asosiasi

PT Mega Akses Persada merupakan entitas anak dengan kepemilikan saham baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 98,09%. MAP merupakan perusahaan penyedia jaringan serat optik baik untuk kebutuhan pelanggan korporat maupun pelanggan rumah.

Melalui pengembangan merk produk ‘FiberStar’, MAP membangun jaringan berbasis teknologi Fiber to the x (home, building, node, cabinet dan lainnya) yang mampu memberikan layanan intamet atau data dengan kecepatan tinggi, dapat diandalkan dan efisien.

Melanjutkan gelaran jaringan serat optik, di tahun 2018 MAP terus melakukan ekspansi jaringan untuk memberikan cakupan Iayanan yang iebih luas.

Panjang serat optik di akhir tahun 2018 mencapai 12.504 km, meningkat 7.386 km atau 144.31% dibandingkan panjang serat optik di akhir tahun 2017 yang mencapai 5.118 km.

Demikian pula dengar jangkauan kota dengan peningkatan sebesar 14 kota atau naik 17.95%, yaitu dari 78 kota/kabupaten di 11 provinsi pada akhir tahun 2017 menjadi 92 kota/kabupaten yang terdapat di 14 provinsi pada akhir tahun 2018.

Entitas Asosiasi PT Indomarco Primatama (Indomaret)

Pada tahun 2018, lndomaret membukukan pendapatan sebesar Rp70,38 triliun, atau tumbuh 11,49% dibandingkan pencapaian tahun 2017 sebesar Rp63.12 triliun.

Adapun total aset hingga akhir tahun 2018 telah mencapai Rp23,89 triliun. Saat ini Indoritel memiliki porsi kepemilikan saham sebesar 40% pada PT Indomarco Prismatama.

PT Fast Food Indonesia Tbk

PT Fast Food Indonesia Tbk (‘FAST’) memegang hak untuk memiliki dan mengoperasikan restoran waralaba KFC di indonesia. Sebagai pemegang waralaba KFC satu-satunya di Indonesia, FAST menjadi pengelola jaringan restoran cepat saji yang terbesar dan terpopuler di Indonesia.

Jumlah restoran pada akhir tahun 2018 mencapai 689 yang hadir di 33 dan’ 34 propinsi di Indonesia dan tersebar di lebih dan 163 kota di seluruh lndonesia.

Pada tahun 2018, FAST membukukan pendapatan sebesar Rp6,02 triliun, bertumbuh 13,46% ketimbang tahun sebelumnya, 2017 yakni sebesar Rp5,30 triliun. Saat ini lndoritel tercatat sebagai pemegang saham di FAST dengan porsi sebesar 35,84%.

PT Nippon lndosari Corpindo Tbk

PT Nippon Indosan Corpindo Tbk (‘ROTI’) adalah perusahaan roti pertama dan terbesar di segmen produksi massal di Indonesia. Saat ini ROTI mengoperasikan 11 pabrik yang tersebar di indonesia dan 1 pabrik di Filipina.

ROTI telah mengembangkan jaringan distribusi dan logistik yang luas. Produk-produk roti didistribusikan setiap harinya melalui lebih dari 76.000 gerai.

2 jalur distribusi utama yang digunakan adalah jalur ritel modern termasuk supermarket dan minimarket yang berkontribusi lebih dan 79% dari penjualan di tahun 2018; dan jalur pasar tradisional. Pengantaran produk dilakukan setiap hari untuk menjaga agar produk tetap segar.

Selama tahun 2018, ROTI membukukan pendapatan sebesar Rp2.77 triliun atau bertumbuh sebesar 11.08% dibandingkan tahun 2017 yakni sebesar Rp2.50 triliun. Adapun porsi kepemilikan lndoritel pada ROTI tercatat sebanyak 25, 77%.

Komentar Anda
3 recommended
comments icon 0 comments
5 views
bookmark icon

Write a comment...