BI Sulut Perkuat Sinergi Dukung Pertumbuhan Ekonomi


Manado – Bank Indonesia (BI) akan terus memperkuat kerja sama dan sinergi dalam menjalankan kebijakan demi mewujudkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi.

Rencana konkrit, tindakan nyata, dan sinergi dengan berbagai pihak dapat mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkesinambungan. Karena itu, pimpinan baru Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) didorong untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan komunikasi, koordinasi intensif, dan kolaborasi sinergis yang telah terjalin dengan baik.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto dalam serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Jum’at (8/3) di Manado. Serah terima jabatan dilakukan kepada Arbonas Hutabarat, selaku Kepala Perwakilan BI Sulut yang baru, menggantikan Soekowardojo.

Sejalan dengan Deputi Gubernur BI, Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey menyampaikan sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Daerah, BI, OJK, Perbankan, dan otoritas terkait lainnya terbukti mampu mendorong terciptanya stabilitas perekonomian, khususnya di Provinsi Sulut.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulut tahun 2018 mencapai angka 6,01%, di atas pertumbuhan nasional, terutama didorong oleh peningkatan kinerja sektor transportasi dan perdagangan, seiring dengan meningkatnya sektor pariwisata. Selain itu, pembangunan infrastruktur telah menjadikan lapangan usaha konstruksi sebagai salah satu faktor penyumbang pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan pada beberapa sektor ekonomi tersebut telah mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi Sulut cenderung meningkat, dengan angka kemiskinan dan rasio gini berada di bawah nasional, serta indeks pembangunan manusia berada di atas nasional. Dari sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara meningkat di atas target, terutama pertumbuhan wisatawan mancanegara yang tumbuh rata-rata 86% (yoy) selama tiga tahun terakhir.

Dalam upaya pengendalian inflasi, khususnya di Provinsi Sulut, BI mengembangkan klaster ketahanan pangan, antara lain klaster Bawang Merah dan Tomat Sayur di Minahasa, klaster cabe di Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Minahasa, serta klaster Pertanian Terpadu di Bolaang-Mongondow.

BI juga melaksanakan program pengembangan potensi ekonomi daerah berupa klaster Kopi dan Nanas di Kotamobagu. Dalam upaya mendorong investasi di Provinsi Sulut, BI bersama dengan Dinas dan Instansi terkait melakukan inisiasi pengembangan Regional Investor Relation Unit (RIRU).

“Ke depan, BI akan senantiasa mengoptimalkan peran tugasnya guna menata sekaligus memperkuat peran kantor Bank Indonesia di daerah dengan memperhatikan perkembangan, tantangan, dan potensi ekonomi di wilayah setempat,” tambah Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Komentar Anda
7 recommended
comments icon 0 comments
12 views
bookmark icon

Write a comment...